Didukung oleh
Blockchain

'Dari Risiko ke Keingintahuan': Pola Pikir Blockchain Mesir Sedang Berubah

CEO Pravica Mohamed Abdou menyoroti sikap blockchain yang berkembang di Mesir, memuji pergeseran dari skeptisisme ke rasa ingin tahu.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
'Dari Risiko ke Keingintahuan': Pola Pikir Blockchain Mesir Sedang Berubah

Peserta Tingkat Tinggi Membahas Kasus Penggunaan Praktis

Forum tertutup baru-baru ini tentang utilitas blockchain di Mesir menandai titik balik potensial dalam kebijakan dan menekankan kekuatan dialog terbuka dalam membangun kepercayaan, menurut Mohamed Abdou, pendiri dan CEO Pravica. Abdou mencatat bahwa pergeseran Mesir dari fokus sempit pada risiko blockchain ke “keingintahuan yang canggih” tentang aplikasi yang lebih luas membuktikan strategi “pendidikan pertama” yang dianut oleh para pemimpin industri.

Pernyataan Abdou muncul tak lama setelah dia dan Tony Amer, CEO Emurgo Labs, berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh perwakilan dari sektor akademik, perbankan, dan pemerintah Mesir. Peserta terkenal lainnya termasuk Kostas Kryptos Chalkias, salah satu pendiri Mysten Labs dan Gregorios Siourounis, salah satu pendiri dan CEO Money.com.

Forum tersebut berfokus pada kasus penggunaan praktis blockchain, terutama dalam pembayaran luar jaringan dan lintas batas, serta berbagi dokumentasi dalam sistem pemerintah. Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi ekosistem Web3 Mesir, yang telah lama berjuang dengan kesalahpahaman bahwa blockchain hanya terkait dengan mata uang kripto.

Menavigasi Lingkungan Regulasi yang Kompleks

Meskipun Mesir saat ini belum memiliki regulasi formal untuk mata uang kripto, bank sentral telah melarang penerbitan, perdagangan, dan promosinya. Meski begitu, solusi berbasis blockchain diizinkan di sektor seperti perdagangan, logistik, dan pasar karbon. Untuk menavigasi lingkungan regulasi yang kompleks ini, para pendukung Web3 sengaja mengalihkan perhatian “dari aset spekulatif ke utilitas yang nyata.”

Untuk menunjukkan ini, Abdou mengatakan kepada Bitcoin.com News bahwa timnya sedang bekerja untuk mengembangkan program percontohan yang menangani tantangan lokal yang mendesak.

“Sebagai contoh, kami mungkin mengusulkan proyek percontohan untuk menempatkan registri tanah dalam rantai untuk mengurangi sengketa, atau satu untuk melacak barang bernilai tinggi dari asal ke pelabuhan. Ketika seorang regulator dapat melihat, menyentuh, dan mengukur hasil dari solusi blockchain yang mengurangi penipuan, menekan biaya, atau meningkatkan layanan publik, dialognya benar-benar berubah,” jelasnya.

Di luar proyek percontohan, Pravica berinvestasi dalam pengembangan kapasitas lokal melalui kemitraan dengan universitas, pusat inkubasi, dan badan pemerintah. Dengan menyelenggarakan lokakarya, mensponsori hackathon, dan melatih pengembang, perusahaan memperkuat komitmennya terhadap pertumbuhan jangka panjang Mesir. Pendekatan langsung ini terhadap pengembangan tenaga kerja telah membantu menempatkan Pravica sebagai mitra strategis yang terpercaya oleh regulator.

Tag dalam cerita ini