Didukung oleh
Markets and Prices

Bitcoin Kehilangan $90K, Beruang Menumpuk Lebih dari $200 Juta dalam Likuidasi

Artikel ini diterbitkan lebih dari sebulan yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Pasar cryptocurrency merosot saat bitcoin kehilangan level $90K setelah baru saja berhasil mencapainya kembali. Cryptocurrency utama ini turun hingga $89.185 pada hari Jumat ini, meskipun ada kebangkitan harga dan harapan keputusan yang menguntungkan tentang pemotongan suku bunga.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Bitcoin Kehilangan $90K, Beruang Menumpuk Lebih dari $200 Juta dalam Likuidasi

Bitcoin Gagal Memantul Saat Bear Mengambil Alih

Bitcoin terus merosot setelah gagal bangkit dari lereng negatif selama dua bulan terakhir, Up-tober dan Moon-vember, yang gagal menjadi positif bagi mata uang tersebut.

BTC mencatat penurunan intraday sebesar 4,29%, karena gagal menghasilkan minat yang cukup untuk menembus level $93K dalam perjalanannya naik. Harga mata uang ini turun hingga $89.185 di Bitstamp saat penulisan, karena analis keuangan mengklaim bahwa masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut.

Mike McGlone dari Bloomberg mengklaim bahwa Bitcoin mungkin menjadi Grinch untuk Natal ini. Di media sosial, McGlone menyatakan bahwa pembalikan normal mungkin membawa bitcoin kembali ke $50K, level yang akan menjadi bencana bagi perusahaan penambangan, berpotensi mengisyaratkan masa depan yang negatif untuk keseluruhan ekosistem.

Akhirnya, McGlone memposting bahwa Bitcoin akan memimpin resesi berikutnya, dan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penurunan ketiga untuk S&P 500 sejak 2008.

Sementara bitcoin mencatat harga rekor awal tahun ini, sentimen berubah menjadi bearish di tengah apa yang para analis sebut sebagai krisis likuiditas, dengan posisi yang relatif kecil menyebabkan perubahan besar di pasar cryptocurrency.

Walaupun demikian, para bull dan bear sedang dalam pertarungan sengit, karena ada elemen-elemen yang mendukung kenaikan bitcoin sementara yang lain menekannya. Di antara yang pertama adalah keputusan yang diharapkan dari Federal Reserve untuk memotong suku bunga dan akhir dari kebijakan pengetatan kuantitatif lembaga tersebut.

Walau begitu, bahaya mungkin datang dari Asia, karena Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga di negara tersebut, dengan pemerintah siap untuk melaksanakan salah satu program stimulus terbesar sejak pandemi COVID.

Hal ini bisa mempercepat jatuhnya bitcoin saat investor melepas perdagangan yen carry mereka, menjual aset berisiko seperti bitcoin untuk menutupi pinjaman mereka di negara matahari terbit.

Baca lebih lanjut: Perdagangan Yen Carry Dijelaskan: Bagaimana Jepang Mengguncang Pasar Kripto dan Saham

FAQ

  • Apa tren terbaru yang dialami Bitcoin?
    Bitcoin telah mencatat penurunan intraday sebesar 4,29%, gagal untuk bangkit dari lereng negatif selama “Up-tober” dan “Moon-vember.”

  • Level harga berapa yang sulit dicapai Bitcoin?
    BTC gagal menembus level $93K, jatuh ke level terendah $89.185 di Bitstamp di tengah sentimen pasar yang bearish.

  • Apa prediksi analis untuk masa depan Bitcoin?
    Mike McGlone dari Bloomberg menyarankan Bitcoin bisa turun ke $50K, yang berpotensi mengarah pada hasil negatif bagi perusahaan penambangan.

  • Faktor eksternal apa yang dapat memengaruhi harga Bitcoin?
    Perubahan suku bunga, terutama dari Bank of Japan, dapat memperburuk situasi Bitcoin saat investor menjual aset berisiko untuk menutupi pinjaman.