Dua pengadilan federal AS telah menolak gugatan terkait terorisme yang ditujukan kepada Binance, dengan menolak tuntutan yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme terhadap bursa kripto tersebut.
Binance Menang dalam Persidangan Kedua di Pengadilan AS Seiring Gugatan Terkait Terorisme Ditolak

Pengadilan AS Menjatuhkan Dua Pukulan Telak terhadap Gugatan Terorisme terhadap Binance — Perang Hukum Kripto Mengambil Arah Baru
Putusan terbaru datang dari pengadilan federal AS di Alabama, yang menolak semua tuntutan yang diajukan terhadap bursa tersebut berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme (ATA), sebuah undang-undang AS yang memungkinkan gugatan perdata terhadap pihak-pihak yang dituduh memberikan dukungan material terhadap aktivitas teroris. Binance mengatakan pada 12 Maret bahwa keputusan tersebut menandai penolakan pengadilan kedua baru-baru ini terhadap tuduhan serupa terhadap perusahaan tersebut.
Eleanor Hughes, Penasihat Umum Binance, menyatakan:
“Kepatuhan terhadap sanksi dan pendanaan terorisme adalah masalah hukum yang serius: keduanya memerlukan bukti, ketelitian hukum, dan proses hukum yang adil. Pengadilan kini telah memeriksa gugatan ini pada dua kesempatan terpisah dan menemukan bahwa gugatan tersebut tidak berdasar.”
Pengadilan Alabama mengeluarkan putusan setebal 19 halaman yang menetapkan bahwa gugatan penggugat tidak memadai secara hukum dan faktual. Hakim menggambarkan pengajuan tersebut sebagai “shotgun pleading,” dengan mencatat bahwa gugatan tersebut menggabungkan para tergugat tanpa membedakan perilaku atau tanggung jawab individu. Pengadilan juga menyimpulkan bahwa penggugat gagal memenuhi persyaratan untuk memberikan “pernyataan singkat dan jelas” yang menguraikan tuntutan mereka.
Secara terpisah, Binance membagikan pernyataan di platform media sosial X pada 12 Maret: “Kami dengan bangga mengumumkan bahwa pengadilan federal AS di Alabama telah menolak semua tuntutan terhadap #Binance dalam gugatan yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme.” Perusahaan tersebut menambahkan:
"Putusan ini muncul hanya beberapa hari setelah pengadilan federal AS yang berbeda di Distrik Selatan New York juga menolak semua tuntutan ATA terhadap Binance."
"Pengadilan telah memeriksa gugatan-gugatan ini pada dua kesempatan terpisah dan menemukan bahwa gugatan tersebut tidak berdasar. Hasil-hasil ini berbicara sendiri. Kami tidak akan mentolerir upaya penyalahgunaan sistem hukum untuk menargetkan industri kami, dan kami tetap berkomitmen seperti biasa terhadap transparansi, keamanan, dan perilaku yang sesuai hukum dalam segala hal yang kami lakukan," kata perusahaan kripto tersebut.
Awal bulan ini, pengadilan federal AS di Distrik Selatan New York menolak semua gugatan ATA yang diajukan oleh 535 penggugat yang menuduh Binance memberikan dukungan material terkait 64 serangan teroris. Dalam putusan setebal 62 halaman, pengadilan memutuskan bahwa penggugat gagal membuktikan tuduhan bahwa bursa tersebut membantu teroris, memfasilitasi serangan, berpartisipasi dalam serangan, atau terlibat dalam konspirasi apa pun dengan organisasi teroris. Pengadilan Alabama juga memberikan waktu hingga 10 April 2026 kepada penggugat untuk mengajukan gugatan yang telah diperbaiki guna mengatasi kekurangan yang teridentifikasi dalam putusan tersebut.

Konflik Hukum Makin Memanas Saat Binance Mengajukan Gugatan Pencemaran Nama Baik Sementara WSJ Melaporkan Penyelidikan DOJ
Binance melancarkan gugatan hukum terhadap The Wall Street Journal terkait laporan yang kontroversial, sementara surat kabar tersebut merilis laporan baru tentang penyelidikan di Amerika Serikat. read more.
Baca sekarang
Konflik Hukum Makin Memanas Saat Binance Mengajukan Gugatan Pencemaran Nama Baik Sementara WSJ Melaporkan Penyelidikan DOJ
Binance melancarkan gugatan hukum terhadap The Wall Street Journal terkait laporan yang kontroversial, sementara surat kabar tersebut merilis laporan baru tentang penyelidikan di Amerika Serikat. read more.
Baca sekarang
Konflik Hukum Makin Memanas Saat Binance Mengajukan Gugatan Pencemaran Nama Baik Sementara WSJ Melaporkan Penyelidikan DOJ
Baca sekarangBinance melancarkan gugatan hukum terhadap The Wall Street Journal terkait laporan yang kontroversial, sementara surat kabar tersebut merilis laporan baru tentang penyelidikan di Amerika Serikat. read more.
FAQ 🧭
- Mengapa pengadilan AS menolak gugatan berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme terhadap Binance?
Hakim memutuskan bahwa penggugat gagal menyajikan bukti faktual dan hukum yang cukup yang mengaitkan Binance dengan aktivitas teroris. - Apa arti penolakan pengadilan ini bagi risiko hukum Binance?
Putusan tersebut melemahkan tuduhan utama terkait terorisme, tetapi penggugat masih memiliki kesempatan untuk mengubah gugatan mereka. - Bagaimana putusan ini dapat memengaruhi industri kripto secara luas?
Keputusan tersebut dapat meningkatkan ambang batas hukum untuk gugatan yang menuduh platform kripto memfasilitasi pendanaan terorisme. - Apa yang harus diperhatikan investor selanjutnya dalam kasus Binance?
Investor harus memantau apakah penggugat mengajukan gugatan yang telah direvisi sebelum batas waktu bulan April.









