Pihak berwenang di Bank of Thailand memperingatkan bahwa lebih banyak rekening bank dapat dibekukan dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari kampanye institusi untuk mengekang penipuan online dan memulihkan dana korban. Bank ini sudah membekukan jutaan rekening yang terkait dengan kejahatan tersebut.
Bank of Thailand Memperingatkan Lebih Banyak Pemblokiran Akun Akan Datang

Bank of Thailand Mengakui Lebih Banyak Rekening Mungkin Dibekukan dalam Kampanye Anti Kejahatan Online
Penipuan online, termasuk penipuan call center dan skema investasi, telah menjadi masalah serius di Thailand, yang mempengaruhi ribuan orang. Bank of Thailand, yang sudah mengambil tindakan untuk mengekang penyebaran kejahatan ini, telah memperingatkan bahwa langkah-langkah ini bisa intensif dalam beberapa hari mendatang.
Daranee Saeju, Asisten Gubernur yang bertanggung jawab untuk Perlindungan Konsumen di Bank of Thailand, menekankan bahwa lebih banyak rekening bank yang terkait dengan kejahatan ini mungkin dibekukan karena bank fokus pada pemulihan dana yang dicuri dari korban bekerja sama dengan Pusat Operasi Penipuan Online Anti (AOC).
Berbicara kepada Bangkok Post, Saeju menyatakan bahwa hanya rekening yang langsung terkait dengan kejahatan, juga disebut rekening mule, yang dibekukan sehingga dana dapat dikembalikan kepada pemilik sah secepat mungkin. Dia menekankan bahwa lebih banyak orang dapat terpengaruh karena langkah-langkah ini terus diterapkan.
Menurut laporan sebelumnya, Bank of Thailand telah membekukan lebih dari 3 juta rekening yang terkait dengan 177.000 rekening mule ini, yang dapat digunakan oleh penjahat untuk mencuci dana dan mentransfernya melintasi perbatasan. Juga, bank telah menetapkan batas transaksi untuk kelompok demografis yang dianggap rentan terhadap serangan ini.
Operasi ini telah mempengaruhi ribuan korban yang tidak bersalah, terutama penduduk asing di negara tersebut, yang mengalami pemblokiran kartu dan penolakan penarikan tunai.
Saeju menekankan bahwa bank bekerja untuk menangani situasi ini, menjelaskan bahwa institusi tersebut akan mempercepat pelepasan dana untuk individu yang ditemukan tidak terlibat dalam penipuan.
Menurut Wakil Perdana Menteri Prasert Jantararuangtong, langkah-langkah ini dan lainnya, termasuk pemadaman listrik dan pemblokiran koneksi internet, telah berhasil mengurangi masalah tersebut. Pada bulan Maret, ia mengumumkan penurunan 20% dalam jumlah kejahatan online yang terdaftar sejak bulan Februari.








