Bank-bank ini telah kehabisan beberapa produk emas yang ditujukan untuk investor ritel di Tiongkok, karena lonjakan harga emas baru-baru ini membuat investor mempertimbangkan emas sebagai lindung nilai terhadap potensi ketidakstabilan makroekonomi, termasuk kemungkinan perang dagang.
Bank kehabisan emas di Tiongkok Saat Investor Ritel Mencari Perlindungan dari Kondisi Makro
Artikel ini diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah tidak terkini.

Bank Kehabisan Emas saat Permintaan Investor Ritel Meningkat di Tiongkok
Emas kembali bersinar di Tiongkok sebagai alat bagi investor untuk melindungi diri dari ketidakstabilan pasar saat ini. Menurut Yicai, beberapa bank Tiongkok mengalami kekurangan produk emas mereka yang paling mudah diakses, terutama yang ditujukan untuk investor ritel.
Misalnya, Industrial and Commercial Bank of China telah kehabisan batang Ruyi dalam ukuran 5g, 20g, 50g, 100g, dan 200g, dengan hanya batang 10g yang tersedia dalam jumlah terbatas.
Demikian pula, bank-bank lain menghadapi kesulitan dalam mempertahankan tingkat stok akibat tingginya permintaan. Bank Pertanian Tiongkok, yang menawarkan produk emas ini dalam berbagai ukuran yang ramah ritel, telah kehabisan batang emas Chuan Shi Zhi Bao 10g dan 20g, sementara batang yang lebih mahal 100g dan 200g dilaporkan memiliki persediaan yang ketat.
Bank Konstruksi Tiongkok hanya memiliki batang 50g dan 100g yang tersedia, sebagai opsi termahalnya, sementara Bank Tabungan Pos Tiongkok dan Bank of China menawarkan opsi emas mereka hanya untuk pre-order.
Toko emas ritel juga terpengaruh oleh tingginya permintaan, dan seorang toko mengatakan kepada Yicai bahwa batang 100g mereka terjual habis sebelum Tahun Baru Imlek, meninggalkan hanya opsi yang lebih kecil tersedia.
Situasi ini penting, karena harga emas telah meningkat baru-baru ini karena statusnya sebagai ‘safe haven’, ketika pemerintahan Trump memajukan kebijakan tarif timbal balik yang bertujuan untuk mengenakan pajak pada semua negara yang memberlakukan tarif pada produk AS.
Dewan Emas Dunia percaya bahwa emas akan bereaksi positif terhadap skenario gejolak geopolitik dan ekonomi. Louise Street, seorang analis pasar senior di Dewan Emas Dunia, baru-baru ini menekankan bahwa tema ini seharusnya menjadi dominan tahun ini, “mendukung permintaan emas sebagai penyimpan kekayaan dan lindung nilai terhadap risiko.”
Baca lebih lanjut: Dewan Emas Dunia: Bank Sentral dan Investor Menggerakkan Permintaan Emas ke Tingkat Tertinggi Sepanjang Masa









