Token utilitas platform game, aria (ARIA), mengalami pemulihan dramatis hingga mencapai rekor tertinggi baru sebesar $0,95 pada 12 April 2026. Kenaikan ini terjadi setelah seminggu yang penuh gejolak, di mana nilai token tersebut anjlok lebih dari 80% ke level terendah $0,11 pada 9 April.
Aria Token Bangkit Kembali Setelah Anjlok 80% dan Mencapai Rekor Tertinggi Baru di $0,95

Poin Penting:
- ARIA mencapai level tertinggi $0,95 pada 12 April, naik 30% dalam 24 jam untuk membalikkan penurunan pasar sebesar 80% sebelumnya.
- Meskipun ada peringatan audit dari Sentinacle, ARIA mengungguli FET dan AGIX seiring meningkatnya minat terhadap sektor agen AI.
- Analis memperkirakan koreksi karena ARIA menunjukkan volatilitas 55% dan hanya memiliki 18% dari pasokannya yang beredar.
Volatilitas Harga dan Pemulihan
Hanya beberapa hari setelah anjlok lebih dari 80% dalam rentang 24 jam, token utilitas platform game Aria (ARIA) melonjak untuk membalikkan kerugiannya, mencatatkan rekor tertinggi baru sebesar $0,95 pada hari Minggu. Data pasar menunjukkan ARIA awalnya menembus angka $0,90 pada hari Sabtu sebelum merosot di bawah $0,80, kisaran yang dipertahankannya hingga dini hari tanggal 12 April. Token tersebut kembali mendapatkan momentum tak lama setelah itu, merebut kembali ambang batas $0,90 pada pukul 03.00.
Meskipun terjadi volatilitas ekstrem, ARIA mencapai puncaknya tepat di atas $0,95, yang menunjukkan lonjakan 30% dalam 24 jam. Pada saat penulisan, token ini telah melonjak lebih dari 700% sejak anjlok ke level terendah $0,11 pada 9 April. Namun, dalam periode tujuh hari, aset ini naik sebesar 64%, dengan kapitalisasi pasar yang berada di atas $160 juta.
Seperti dilaporkan oleh Bitcoin.com News, ARIA anjlok tajam pada Kamis setelah entitas audit Sentinacle mengangkat bendera merah terkait kode sumber platform game yang belum diverifikasi. Sentinacle memperingatkan bahwa kurangnya verifikasi memaksa auditor untuk mengandalkan ekstraksi bytecode statisâmetode yang dapat mengabaikan backdoor canggih atau kerentanan ekonomi. Selain itu, firma tersebut mencatat bahwa modul distribusi pasokan Aria mencapai batas cakupan, mempersulit upaya untuk memetakan risiko konsentrasi pemegang.

Meskipun saluran media sosial resmi Aria belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap tuduhan ini, token tersebut berhasil membalikkan kerugiannya pada Sabtu malam. Kebangkitan ini bertepatan dengan momentum yang lebih luas di sektor agen kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan otonom.
Dari perspektif teknis, tingkat aktivitas ini sering kali mengindikasikan akumulasi agresif oleh para whale dan pedagang momentum yang memanfaatkan tren agen AI, di mana ARIA saat ini mengungguli pesaing seperti FET dan AGIX.

Harga ARIA Token Anjlok 80% Tak Lama Setelah Mencapai Rekor Tertinggi Baru
ARIA, token utilitas untuk Aria AI, anjlok lebih dari 80% menjadi $0,10 pada 9 April, tak lama setelah mencapai rekor tertinggi baru. read more.
Baca sekarang
Harga ARIA Token Anjlok 80% Tak Lama Setelah Mencapai Rekor Tertinggi Baru
ARIA, token utilitas untuk Aria AI, anjlok lebih dari 80% menjadi $0,10 pada 9 April, tak lama setelah mencapai rekor tertinggi baru. read more.
Baca sekarang
Harga ARIA Token Anjlok 80% Tak Lama Setelah Mencapai Rekor Tertinggi Baru
Baca sekarangARIA, token utilitas untuk Aria AI, anjlok lebih dari 80% menjadi $0,10 pada 9 April, tak lama setelah mencapai rekor tertinggi baru. read more.
Namun, terlepas dari pergerakan harga yang bullish, para analis telah mengidentifikasi beberapa "tanda peringatan". Token ini telah menunjukkan fluktuasi intraday setinggi 55%, dan dengan hanya 18% dari total pasokan yang saat ini beredar, ARIA mempertahankan valuasi dilusi penuh (FDV) yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembukaan kunci token di masa depan dapat memberikan tekanan jual yang signifikan pada pasar. Selain itu, indikator teknis seperti indeks kekuatan relatif (RSI) menunjukkan bahwa token ini berada di wilayah overbought, yang sering kali mendahului periode pendinginan atau koreksi harga.









