Didukung oleh
Crypto News

Analis Memperkirakan AI Akan Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Jordi Vasser, seorang analis keuangan, meyakini bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi katalis utama yang membantu bitcoin mencapai potensi sejatinya. Seiring dengan semakin meluasnya penerapan AI otonom dalam jaringan keuangan, bitcoin dapat menjadi platform netral untuk transaksi keuangan, sementara platform mata uang fiat lainnya menjadi tidak aman secara inheren akibat pengawasan tanpa henti yang dilakukan oleh AI.

DITULIS OLEH
BAGIKAN
Analis Memperkirakan AI Akan Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Poin Utama:

  • Di 22v, Jordi Visser memprediksi agen AI akan segera menggunakan bitcoin sebagai jalur netral untuk ekonomi mesin di masa depan.
  • Model AI Mythos milik Claude dapat mengungkap kelemahan bank konvensional, membuktikan bahwa agen-agen tersebut akan memaksa peralihan ke jaringan kripto.
  • Mantan kepala Morgan Stanley, Visser, mencatat bahwa AI mempercepat adopsi bitcoin di masa depan sebagai aset teratas yang tidak dapat disita.

Jordi Visser: AI Akan Mempercepat Kondisi yang Menjadi Dasar Pembentukan Bitcoin

Para analis kini sedang mengeksplorasi persimpangan antara kecerdasan buatan (AI) dan bitcoin, serta bagaimana bitcoin dapat memperoleh manfaat dari penerapan AI di dunia keuangan.

Jordi Visser, Kepala Riset AI Macro Nexus di 22v dan mantan direktur pelaksana di Morgan Stanley, percaya bahwa AI akan menjadi katalisator untuk mewujudkan potensi sejati bitcoin, karena AI secara signifikan mengubah kondisi dunia menuju era baru.

Visser percaya bahwa, seiring dengan meningkatnya agen AI dan penerapannya dalam aplikasi yang menjadi perantara transaksi dan pembayaran, bitcoin dapat memainkan peran penting sebagai infrastruktur netral berikutnya untuk menampung semua aktivitas ini.

Dia menekankan bahwa "di dunia di mana agen-agen berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi bersama manusia, jaringan Bitcoin dapat menjadi lebih kuat karena menawarkan jalur yang netral, global, dan likuid yang dapat dikenali baik oleh manusia maupun mesin."

Namun, asumsi ini bukanlah tuduhan yang tidak berdasar. Visser berargumen bahwa agen-agen tersebut akan lebih memilih Bitcoin karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tidak dapat disita, mengingat agen-agen ini akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi celah dalam arsitektur jaringan fiat tradisional, termasuk sistem perbankan.

Laporan terbaru mengenai model AI terbaru Claude, yang diberi kode nama Mythos, tampaknya mengonfirmasi bahwa agen generasi berikutnya akan menjadi entitas keamanan yang mampu menemukan celah dan memanfaatkan kerentanan dalam sistem-sistem tersebut, memilih jalur alternatif untuk mentransfer nilai dengan alasan yang sama.

Akhirnya, Visser menyimpulkan bahwa AI, bersama dengan faktor-faktor lain, akan mempercepat adopsi bitcoin karena kekuatan relatif dari proposal keamanannya dibandingkan dengan alternatif lain yang dapat disita secara instan menggunakan entitas teknologi baru ini.

"Bitcoin tidak membutuhkan cerita baru. Bitcoin membutuhkan dunia untuk memasuki kondisi yang menjadi dasar pembuatannya," tegasnya.

Bitcoin Akan Menjadi Aset dengan Kinerja Terbaik Tahun 2026, Menurut Jordi Visser – Berikut Alasannya

Bitcoin Akan Menjadi Aset dengan Kinerja Terbaik Tahun 2026, Menurut Jordi Visser – Berikut Alasannya

Jordi Visser, kepala Penelitian AI Macro Nexus untuk perusahaan pengelola aset 22V, mengatakan bahwa bitcoin akan menjadi investasi berkinerja terbaik pada tahun 2026. read more.

Baca sekarang