Agen AI otonom membutuhkan lapisan kepercayaan berbasis blockchain untuk berfungsi dengan aman dan berkembang, menurut Rodrigo Coelho, CEO Edge dan Node.
Agen AI Membutuhkan Blockchain untuk Berkembang dengan Aman, Kata CEO Edge & Node

Ekonomi Agenik: Mengapa AI Otonom Membutuhkan Blockchain
Saat agen kecerdasan buatan (AI) menjadi otonom—melaksanakan tugas, membeli data, dan menyewa layanan—mereka memerlukan lapisan kepercayaan yang hanya dapat diberikan oleh blockchain untuk beroperasi dengan aman dan secara skala. Para pendukung blockchain percaya bahwa ini adalah satu-satunya teknologi yang menyediakan kemampuan mendasar yang esensial untuk ekonomi agenik.
Mulai dari menciptakan sejarah aktivitas agen yang dapat diverifikasi dan transparan hingga menyediakan jalur untuk uang yang dapat diprogram dan transfer nilai instan, blockchain dengan cepat menjadi teknologi yang tak tergantikan untuk agen AI. Menurut Rodrigo Coelho, CEO Edge dan Node, tanpa blockchain, “pertukaran otonom ini akan terjadi di balik antarmuka pemrograman aplikasi (API) tertutup,” tanpa visibilitas dan akuntabilitas.
Sementara blockchain memang ditakdirkan untuk menjadi fasilitator utama bagi agen AI, Coelho percaya bahwa kemajuan ekonomi agenik akan bergantung pada seberapa cepat infrastruktur yang diperlukan dibangun.
“Tantangan utama sekarang adalah skala: jutaan transaksi dan interaksi kecil per detik. Membangun infrastruktur untuk itu, mulai dari penyelesaian yang efisien hingga kerangka reputasi bersama, akan menentukan fase berikutnya dari ekonomi agenik,” ujar CEO.
Dorongan untuk Standarisasi
Hingga baru-baru ini, banyak tim AI berfokus pada mengeluarkan solusi berikutnya yang terbaik. Namun, munculnya agen otonom yang membuat keputusan independen telah memaksa mereka untuk mempertimbangkan serius standar. Serangkaian standar terpadu akan mendorong organisasi untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan AI, memastikan bahwa sistem dibangun dengan mempertimbangkan keselamatan dan etika.
Bagi para pendukung standarisasi, kerangka kolaboratif dapat memberikan panduan yang ditujukan untuk mengurangi bias dalam sistem AI. Standar dalam pengumpulan data, pelatihan model, dan pengujian mempromosikan keadilan dan perlakuan yang setara di seluruh berbagai demografi.
Namun, seperti dijelaskan Coelho dalam tanggapan tertulis atas pertanyaan dari Bitcoin.com News, “standar hanya muncul ketika ekosistem mencapai titik jenuh”—ketika interoperabilitas dan koordinasi menjadi masalah eksistensial. Dia menyatakan bahwa industri AI telah mencapai titik ini dan sebuah solusi dibutuhkan sekarang, jika tidak, “ekonomi agen tidak dapat berkembang.”
Solusi dan Observabilitas Edge dan Node
Untuk itu, Edge dan Node milik Coelho telah memperkenalkan solusi bernama Ampersend, yang berfungsi sebagai pusat komando untuk ekonomi agenik. Ini dibangun di atas standar terbuka seperti protokol pembayaran x402 Coinbase, komunikasi A2A Google, dan standar penemuan agen ERC-8004 Ethereum.
“Dengan membangun di atas, bukan menggantikan, kerangka kerja terbuka, kami memastikan bahwa ekosistem tetap dapat dioperasikan, skalabel, dan inklusif, daripada terkunci ke dalam sistem milik,” kata Coelho.
Berbicara mengenai regulasi, Coelho mengatakan bahwa meskipun hal ini kemungkinan akan memengaruhi bagaimana ekonomi agen berkembang, timnya melihat ini sebagai peluang, bukan hambatan. Tantangan sebenarnya, menurut CEO, adalah “memastikan bahwa inovasi dan kebijakan berkembang bersama.”
Coelho juga berpendapat bahwa sekali agen beroperasi secara otonom, sistem menjadi tidak jelas tanpa observabilitas yang tepat. Dia berkata:
“Observabilitas agen adalah tentang mengembalikan transparansi dan akuntabilitas dalam lingkungan ini. Ini memastikan setiap tindakan dapat dilacak, dapat diaudit, dan dapat dikendalikan. Tanpa itu, koordinasi akan runtuh, dan risiko keuangan, operasional, atau keamanan menjadi berlipat ganda.”
Menurut Coelho, solusi Edge dan Node memperkenalkan lapisan visibilitas tersebut, yang membantu tim mengelola kompleksitas, memitigasi risiko, dan membangun kepercayaan saat sistem AI dan blockchain bertemu pada skala.
FAQ 💡
- Mengapa agen AI memerlukan blockchain? Blockchain menambahkan transparansi, kepercayaan, dan transfer nilai yang aman untuk operasi agen otonom.
- Apa tantangan terbesar untuk ekonomi agenik? Skala jutaan mikro-transaksi dan membangun infrastruktur bersama adalah halangan kunci.
- Mengapa standar penting sekarang? Agen otonom memerlukan kerangka kerja terpadu untuk memastikan keselamatan, keadilan, dan interoperabilitas.
- Apa yang dilakukan Ampersend milik Edge & Node? Ini menyediakan alat observabilitas dan koordinasi untuk mengelola aktivitas agen di seluruh protokol blockchain terbuka.









