Seorang regulator sekuritas negara mengeluarkan 12 peringatan kepada investor menjelang akhir tahun, memperingatkan bahwa aktivitas penipuan semakin meningkat karena penipu memanfaatkan FOMO, teknologi baru, dan urgensi liburan untuk menarik investor ke dalam skema yang merugikan.
12 Ancaman Investor Teratas: Regulator Negara Memperingatkan bahwa FOMO Mendorong Tekanan Penipuan Akhir Tahun

12 Ancaman Teratas bagi Investor Meningkat saat Regulator Negara Memperingatkan FOMO Mempercepat Kerugian
Regulator sekuritas negara memperingatkan investor untuk tetap waspada karena aktivitas penipuan meningkat mendekati akhir tahun. Divisi Sekuritas dari Departemen Perdagangan & Asuransi Tennessee (TDCI) mengumumkan “12 ancaman teratas bagi investor” pada 16 Desember, menyoroti skema tertentu yang diharapkan meningkat selama musim liburan.
Regulator menyatakan:
Data menunjukkan bahwa meskipun penipu menggunakan teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI) untuk mempercantik skema mereka, tujuan jahat mereka tetap sama: memisahkan korban dari uang hasil jerih payah mereka.
Panduan ini didasarkan pada temuan penegakan hukum yang disusun dengan Asosiasi Administrator Sekuritas Amerika Utara, mencerminkan ribuan investigasi dan kerugian finansial yang signifikan bagi investor di seluruh negeri.
Peringatan pertama dari 12 yang diuraikan oleh Divisi Sekuritas melibatkan skema kesesuaian, atau “pig butchering,” yang menggabungkan hubungan online dengan platform investasi penipuan. Peringatan lain ditekankan pada pengakuan palsu deepfake yang menggunakan suara atau video AI dari tokoh terpercaya. Peringatan ketiga menyoroti bot perdagangan AI palsu yang mengklaim pengembalian pasti dari sistem yang tidak ada. Peringatan keempat memperingatkan bahwa penipuan aset digital dan kripto terus berlanjut melalui penawaran tidak terdaftar dan janji keuntungan yang samar. Peringatan kelima melibatkan promosi saham AI palsu yang mempromosikan saham dalam perusahaan fiktif atau dimanipulasi.
Baca lebih lanjut: FBI Peringatkan Penipuan Pemulihan Kripto yang Kejam Menargetkan Korban Dua Kali
Peringatan keenam menyoroti umpan media sosial yang sering berasal dari platform seperti Facebook dan X. Peringatan ketujuh mengacu pada hype video berdurasi pendek yang menyebarkan klaim “cepat kaya” di TikTok dan Instagram Reels. Peringatan kedelapan melibatkan perangkap pesan teks dan Whatsapp yang dimulai dengan pesan yang tidak diminta dan beralih ke ajakan investasi. Peringatan kesembilan menyangkut penipuan yang menargetkan investor yang lebih tua dengan memanfaatkan produk tradisional dan aset digital.
Peringatan ke-10 melibatkan pengambilalihan akun yang membajak profil keuangan atau media sosial untuk menarik dana. Peringatan ke-11 mencakup pemalsuan situs web dan aplikasi yang meniru lembaga keuangan yang sah untuk mencuri kredensial. Peringatan ke-12 melibatkan perantara yang tidak terdaftar yang menyajikan promosi yang tampak profesional tanpa lisensi yang sesuai. Regulator mendesak investor untuk memverifikasi pendaftaran secara independen dan mempertanyakan peluang yang tidak diminta.
Asisten Komisioner TDCI untuk Divisi Sekuritas Elizabeth Bowling mengomentari:
Penipu menawarkan investasi baru yang seringkali tidak ada hubungannya dengan perkembangan teknologi terbaru dan malah bermain pada ketakutan konsumen akan kehilangan kesempatan.
FAQ ⏰
- Apa yang diperingatkan oleh regulator kepada investor pada musim liburan ini?
Regulator sekuritas negara mengatakan penipuan bertenaga AI dan penipuan kripto meningkat pada akhir tahun. - Bagaimana penipu menggunakan Kecerdasan Buatan dalam skema investasi?
Penipu menggunakan video, suara deepfake, dan bot perdagangan AI palsu untuk tampak sah. - Platform mana yang paling terkait dengan penipuan investasi saat ini?
Media sosial, aplikasi video pendek, pesan teks, dan Whatsapp adalah titik masuk utama. - Bagaimana investor dapat melindungi diri dari perantara yang tidak terdaftar?
Regulator menyarankan memverifikasi pendaftaran secara independen dan menolak ajakan yang tidak diminta.









